Gastroenteritis akut (GEA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di Indonesia. Penatalaksanaan terapi yang tidak sesuai dapat menimbulkan drug related problems(DRPs), sehingga menghambat tercapainya hasil terapi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian DRPs meliputi terapi obat tanpa indikasi, indikasi tanpa terapi, terapi obat tidak efektif, kontraindikasi, dosis lebih, dosis kurang dan interaksi obat pada pasien pediatri dengan diagnosis GEA di Instalasi rawat Inap Rumah SakitSurakarta tahun 2024. Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan retrospektif menggunakandata rekam medis pasien GEA pediatri yang memenuhi kriteria inklusi. Inklusi penelitian meliputi pasien pediatri usia 0-18 tahun yang didiagnosis GEA, memperoleh lebih dari satu jenis obat, serta memiliki data rekam medis lengkap meliputi data pasien, data terapi, data lab (jika ada). Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Data dianalisis secaradeskriptif berdasarkan pedoman terapi gastroenteritis akut dan panduan praktik klinis rumah sakit. Hasil penelitian diperoleh jumlah sampel sebanyak 80 pasien dengan kejadian DRPs sebesar 66,25%.DRPs paling banyak terjadi pada kategori terapi obat tidak efektif (21,25%),diikuti dengandosis kurang (8,75%), indikasi tanpa terapi (11,25%), obat tanpa indikasi (7,5%), interaksi obat (7,5%), kontraindikasi (6,25%), dan dosis lebih (5%). Kategori DRPs paling tinggi adalah terapi obat tidak efektif, terutama terkait penggunaan terapi rehidrasi yang tidak sesuai pedoman. Hasil ini menunjukkan pentingnya evaluasi rasionalitas terapi pada pasien pediatri GEA untuk mencegah kegagalan terapi dan risiko efek samping.
Copyrights © 2026