Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh industri pengolahan terhadap tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia, dengan memasukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indeks Daya Saing Daerah (IDSD), dan inflasi sebagai variabel kontrol. Metode yang digunakan adalah Two-Stage Least Squares (2SLS) untuk mengatasi masalah endogenitas antara kemiskinan dan pengangguran. Data yang digunakan merupakan data lintas provinsi tahun 2024 yang berasal dari Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri pengolahan berpengaruh negatif signifikan terhadap kemiskinan, tetapi berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. IPM berpengaruh negatif signifikan terhadap kemiskinan dan positif terhadap pengangguran terbuka. Di sisi lain , IDSD dan Inflasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kedua variabel endogen, sehingga perlu adanya peningkatan daya saing daerah agar pertumbuhan industri mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata dan inklusif.
Copyrights © 2026