Modernisasi industri peternakan di Indonesia saat ini tengah menghadapi masa transisi yang signifikan, bergeser dari praktik manual tradisional menuju manajemen digital yang terintegrasi. Bu Sri Farm, sebuah usaha peternakan ayam petelur, menghadapi hambatan operasional akibat pencatatan harian produksi, konsumsi pakan, dan status kesehatan yang masih menggunakan tulisan tangan, sehingga memicu kehilangan data dan evaluasi yang tidak akurat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring dan manajemen digital menggunakan model pengembangan Waterfall yang dikombinasikan dengan kerangka kerja PIECES untuk analisis kebutuhan yang komprehensif. Arsitektur sistem menggabungkan sensor Internet of Things (IoT) untuk pelacakan lingkungan secara real-time (suhu, kelembapan, amonia) dan dashboard berbasis web untuk prediksi produksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses manual tidak efisien dan kurang memiliki kontrol data yang memadai. Dengan menerapkan arsitektur tiga lapis terdiri dari Data Layer (PostgreSQL), Processing Layer (Python), dan Presentation Layer (React)—peternakan dapat mencapai tingkat presisi yang lebih tinggi dalam manajemen feed conversion ratio (FCR) dan deteksi dini penyakit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga kondisi kandang yang optimal, mengurangi potensi tingkat kematian dari 5% menjadi 1,66%, dan meningkatkan kecepatan administratif melalui pelaporan otomatis. Transformasi digital ini menyediakan sistem pendukung keputusan yang dapat diskalakan bagi perusahaan peternakan skala kecil hingga menengah.
Copyrights © 2026