Jurnal Komunikasi Nusantara
Vol 8 No 1 (2026)

Peran Account Executive dalam Event Marketing Huawei Berbasis Komunikasi Digital

Salsabilla, Moza (Unknown)
Ramdani, Guruh (Unknown)



Article Info

Publish Date
17 May 2026

Abstract

This report examines the role of the Account Executive (AE) in Huawei’s event marketing executed through digital communication at Gushcloud Indonesia. It aims to map how AEs plan, implement, and evaluate campaigns so that brand messages remain consistent across channels. A qualitative approach was used through active participation, observation, in-depth interviews (two AEs and one Account Manager), documentation, and literature review. Findings show that AEs play a central end-to-end role: translating client needs into strategy, building a message house and creative briefs, selecting influencers based on audience–brand fit (beyond follower counts), enforcing message consistency across platforms (social media, website, livestream), coordinating vendors under clear SLAs, and closing with data-driven evaluation (reach, engagement, timeline adherence, and audience feedback). Key challenges include client–agency expectation gaps, cross-platform consistency, multi-party coordination, time–budget constraints, and the need for technological and cross-cultural sensitivity. Recommended practices include establishing a message house, content calendar, go-live checklist/war room, pre-flight testing of materials (titles, hooks, thumbnails, CTAs), SLA-based vendor control, and rapid post-mortems for iterative improvement. Overall, a well-structured AE function boosts audience engagement and strengthens brand awareness, while sales impact typically follows over time. Abstrak Penelitian ini mengkaji peran Account Executive (AE) dalam pemasaran acara Huawei yang dilakukan melalui komunikasi digital di Gushcloud Indonesia. Tujuannya adalah untuk memetakan bagaimana AE merencanakan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi kampanye sehingga pesan merek tetap konsisten di berbagai saluran. Pendekatan kualitatif digunakan melalui partisipasi aktif, observasi, wawancara mendalam (dua AE dan satu Account Manager), dokumentasi, dan tinjauan pustaka. Temuan menunjukkan bahwa AE memainkan peran sentral dari awal hingga akhir: menerjemahkan kebutuhan klien ke dalam strategi, membangun kerangka pesan dan brief kreatif, memilih influencer berdasarkan kesesuaian audiens-merek (di luar jumlah pengikut), menegakkan konsistensi pesan di berbagai platform (media sosial, situs web, siaran langsung), mengoordinasikan vendor di bawah SLA yang jelas, dan menutup dengan evaluasi berbasis data (jangkauan, keterlibatan, kepatuhan terhadap jadwal, dan umpan balik audiens). Tantangan utama meliputi kesenjangan ekspektasi klien-agensi, konsistensi lintas platform, koordinasi multi-pihak, kendala waktu-anggaran, dan kebutuhan akan sensitivitas teknologi dan lintas budaya. Praktik yang direkomendasikan meliputi pembentukan tim pemasaran terpadu, kalender konten, daftar periksa/ruang kerja persiapan peluncuran, pengujian awal materi (judul, pengantar, gambar mini, ajakan bertindak), kontrol vendor berbasis SLA, dan analisis pasca-peluncuran yang cepat untuk perbaikan berulang. Secara keseluruhan, fungsi AE yang terstruktur dengan baik meningkatkan keterlibatan audiens dan memperkuat kesadaran merek, sementara dampak penjualan biasanya akan terlihat seiring waktu.

Copyrights © 2026