Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah uang beredar (JUB), suku bunga, dan inflasi terhadap pertumbuhan kredit pada bank umum swasta nasional di Indonesia. Objek penelitian difokuskan pada Bank Central Asia, CIMB Niaga, OCBC NISP, dan Bank Permata selama periode 2015–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berbentuk data panel yang diperoleh dari laporan keuangan bank dan publikasi resmi lembaga terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial jumlah uang beredar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan kredit pada bank umum swasta nasional di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan likuiditas dalam perekonomian dapat mendorong penyaluran kredit oleh perbankan. Sementara itu, suku bunga dan inflasi tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara individual terhadap pertumbuhan kredit. Namun, secara simultan ketiga variabel tersebut terbukti berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kredit. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,756 mengindikasikan bahwa 75,6% variasi pertumbuhan kredit dapat dijelaskan oleh variabel jumlah uang beredar, suku bunga, dan inflasi
Copyrights © 2026