Penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana persepsi kegunaan dan persepsi risiko berpengaruh terhadap intensitas perilaku penggunaan QRIS BCA. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode non-probability sampling melalui pendekatan purposive sampling, yaitu pemilihan responden berdasarkan kriteria tertentu, yakni mahasiswa Universitas Mulawarman yang menggunakan QRIS BCA. Jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus yang dikemukakan oleh Hair et al., sehingga diperoleh 105 responden. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan regresi linear berganda melalui Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel persepsi kegunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensitas perilaku dalam menggunakan QRIS BCA. Artinya, semakin besar manfaat yang dirasakan konsumen, semakin. Dengan demikian, temuan penelitian ini menegaskan bahwa baik persepsi kegunaan maupun persepsi risiko sama-sama berperan penting dalam mendorong peningkatan intensitas perilaku penggunaan QRIS BCA di kalangan mahasiswa Universitas Mulawarman
Copyrights © 2026