Keamanan dokumen digital menjadi aspek penting dalam menjaga kerahasiaan informasi, khususnya pada dokumen berbasis PDF. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan performa algoritma kriptografi AES, Blowfish dan metode hybrid yang merupakan gabungan antara AES dan Blowfish dalam mengamankan dokumen yang ada di lingkungan pengadilan agama. Pada penelitan ini, menggunakan 6 dokumen dengan kisaran ukuran 261 KB - 1,7 MB serta proses enkripsi dan dekripsi dilakukan sebanyak 5 kali iterasi untuk memperoleh hasil yang konsisten. Adapun parameter evaluasi yang digunakan meliputi waktu eksekusi enkripsi dan dekripsi, entropi dan avalanche effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AES memiliki performa terbaik dalam segi kecepatan dengan rata-rata waktu enkripsi selama 0,078 ms dan dekripsi selama 0,052 ms, yang merupakan nilai terendah dibandingkan Blowfish dan hybrid yang rata-rata waktu enkripsinya mencapai 0,554 ms. Sedangkan dari segi keamanan ketiga pendekatan tersebut menghasilkan nilai entropi yang tinggi dan relatif sama. Namun, pada hasil avalanche effect, hybrid menghasilkan nilai tertinggi mencapai 0,153, lebih unggul dibandingkan AES dan Blowfish. Dengan demikian, AES lebih unggul dalam efisiensi waktu, sedangkan hybrid lebih unggul dalam aspek keamanan.
Copyrights © 2026