Ketersediaan informasi spasial lahan potensial menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan jagung secara berkelanjutan. Di Provinsi Bengkulu, khususnya Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu Utara, dan Bengkulu Tengah, informasi kesesuaian lahan untuk budidaya jagung masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan lahan potensial secara spasial serta menentukan lokasi prioritas pengembangan jagung. Analisis dilakukan menggunakan Sistem Informasi Geografis melalui metode overlay berbobot dan matching berdasarkan kelas kesesuaian lahan S1 (sangat sesuai), S2 (cukup sesuai), S3 (sesuai marginal), dan N (tidak sesuai). Data yang digunakan meliputi peta administrasi, kemiringan lereng, status kawasan, izin usaha pertambangan, jenis tanah, dan curah hujan, serta data lapangan berupa drainase, tekstur tanah, kedalaman efektif, bahan kasar, batuan permukaan, dan pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan potensial untuk pengembangan jagung mencapai 2.471,36 ha dengan dominasi kelas kesesuaian aktual S2 (cukup sesuai). Faktor pembatas utama pada seluruh jenis tanah adalah curah hujan (tc), sedangkan faktor pembatas lain yang spesifik meliputi kondisi drainase (rc) pada Alfisols, Inceptisol dan oxisols, serta retensi hara (nr) pada Oxisols. Secara umum, karakteristik media perakaran, tekstur, kedalaman tanah, dan kemiringan lereng tergolong sesuai (S1), namun keterbatasan iklim dan sifat kimia tanah menjadi kendala utama dalam optimalisasi produksi jagung. Sebaran lahan potensial cenderung berada pada wilayah dengan kondisi topografi relatif landai. Temuan ini menunjukkan bahwa upaya perbaikan pengelolaan air dan kesuburan tanah menjadi kunci dalam meningkatkan kelas kesesuaian lahan.
Copyrights © 2026