Dalam upaya mewujudkan pembangunan perkotaan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, pemilihan metode konstruksi tidak dapat sembarangan. Beton pracetak dipilih karena lebih cepat dan efisien dibandingkan metode konvensional yang mengandalkan pengecoran di lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan waktu, biaya, dan mutu elemen struktur menggunakan metode konvensional dan pracetak. Metode yang digunakan adalah perhitungan volume pekerjaan, serta pemantauan siklus pengecoran kedua metode, serta hasil uji beton dan daftar cacat pekerjaan. Hasil penelitian ini adalah terdapat selisih biaya sebesar Rp 3.356.048.243 atau sekitar 8,64%, di mana metode pracetak menunjukkan biaya yang lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. Dengan selisih waktu 57 hari, metode pracetak terbukti memberikan efisiensi waktu sekitar 35%. Ditemukan adanya selisih sebanyak 164 item, atau sekitar 32% lebih banyak cacat pada struktur pracetak dibandingkan dengan metode konvensional. Kesimpulan, Signifikansi, dan Implikasi dari penelitian ini adalah meskipun lebih cepat, kualitas pemasangan pada metode pracetak tetap perlu diperhatikan agar hasil akhir tetap memenuhi standar yang diharapkan.
Copyrights © 2026