Benzena (C6H6) termasuk senyawa hidrokarbon aromatik yang bersifat mudah menguap dan larut, serta memiliki beberapa turunan, di antaranya etilbenzena, kumena, anilin, klorobenzena, dan sikloheksana. Tingkat paparan benzena pada manusia dapat diketahui melalui biomarker fenol dalam urine dengan ambang normal menurut WHO yaitu kurang dari 25 mg/L. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan kadar fenol urine, penggunaan alat pelindung diri (APD), lama kerja, serta keluhan kesehatan pada pekerja SPBU di Kota Kendari tahun 2026. Metode yang digunakan adalah penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 32 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling, Data penelitian diolah dengan analisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi tiap variabel. Hasilnya, 6 responden (18,8%) punya kadar fenol urine >19 mg/L. Sementara itu, semua responden (100%) bekerja maksimal 8 jam/hari. Selain itu, mayoritas pekerja masih kurang patuh dalam penggunaan APD, yaitu sebanyak 21 responden (65,6%). Keluhan kesehatan yang paling sering dirasakan adalah mata perih, berair, atau terasa terbakar yang dialami oleh 22 responden (68,8%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pekerja SPBU masih berisiko mengalami paparan benzena yang terlihat dari adanya kadar fenol urine tidak normal, rendahnya kepatuhan penggunaan APD, serta munculnya berbagai keluhan kesehatan walaupun durasi kerja masih berada dalam batas normal.
Copyrights © 2026