Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat suku bunga, rasio likuiditas, dan penerapan green accounting terhadap beta saham pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Beta saham digunakan sebagai indikator risiko sistematis yang mencerminkan sensitivitas saham terhadap pergerakan pasar. Tingkat suku bunga merupakan faktor eksternal makroekonomi keputusan investasi, sementara rasio likuiditas mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Green accounting, sebagai bagian dari praktik akuntansi berkelanjutan, mencerminkan tanggung jawab lingkungan perusahaan yang dapat memengaruhi persepsi investor. Sampel penelitian ini terdiri dari enam perusahaan pertambangan yang dipilih melalui metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap beta saham, rasio likuiditas juga tidak berpengaruh signifikan terhadap beta saham, sedangkan green accounting berpengaruh signifikan terhadap beta saham. Secara simultan, tingkat suku bunga, rasio likuiditas, dan green accounting berpengaruh signifikan terhadap beta saham.
Copyrights © 2026