Kinerja pegawai pada sektor publik tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga oleh kualitas perilaku organisasi, seperti disiplin kerja, integritas, motivasi, dan kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan integritas terhadap kinerja pegawai, dengan motivasi kerja dan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Regional Secretariat of Southeast Sulawesi Province, khususnya pada Biro Hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian terdiri atas empat puluh lima pegawai tetap, yang seluruhnya dijadikan sampel berdasarkan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, sedangkan data pendukung diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dan kinerja pegawai, namun tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Sebaliknya, integritas tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja, kepuasan kerja, maupun kinerja pegawai. Selain itu, motivasi kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan kepuasan kerja tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Analisis mediasi menunjukkan bahwa motivasi kerja secara efektif memediasi hubungan antara disiplin kerja dan kinerja pegawai, sementara kepuasan kerja tidak memediasi hubungan antara integritas dan kinerja. Temuan ini menegaskan bahwa disiplin kerja dan motivasi merupakan faktor strategis dalam meningkatkan kinerja pegawai pada organisasi sektor publik.
Copyrights © 2026