Ragam hias Melayu merupakan bentuk representasi visual yang mengandung nilai identitas budaya masyarakat Melayu, khususnya di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Namun, di tengah dominasi budaya visual modern dan globalisasi, Genrasi Z cenderung mengalami keputusan makna terhadap simbol budaya lokal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ragam hias Melayu dapat direpresentasikan melalui strategi desain komunikasi visual dalam upaya memperkenalkan identitas budaya lokal kepada Generasi Z, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses pemaknaannya. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi visual, dan analisis dokumen terkait ragam hias Melayu di Pulau Penyengat. Analisis dilakukan secara interpretatif berdasarkan teori identitas budaya, teori representasi visual, dan teori desain komunikasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam hias Melayu memiliki potensi sebagai media komunikasi identitas budaya apabila diolah secara komunikatif dan kontekstual, serta menegaskan pentingnya peran desain komunikasi visual dalam menjembatani nilai budaya tradisional dengan pengalaman visual Generasi Z Kata Kunci: ragam hias Melayu; identitas budaya lokal; desain komunikasi visual; Generasi Z; Pulau Penyengat
Copyrights © 2026