Penelitian ini mengkaji implementasi dakwah berbasis kearifan lokal dalam menangkal radikalisme dengan menyoroti peran strategis Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padangsidimpuan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai budaya seperti dalihan na tolu, musyawarah, dan keharmonisan sosial diintegrasikan ke dalam praktik dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah berbasis kearifan lokal efektif dalam memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat serta meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap ideologi radikal. Selain itu, MUI berperan penting tidak hanya sebagai otoritas keagamaan, tetapi juga sebagai agen sosial yang mendorong kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat. Namun demikian, tantangan seperti globalisasi, keterbatasan sumber daya manusia, serta pesatnya penyebaran narasi radikal melalui media digital masih menjadi hambatan. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang adaptif dan inovatif agar pendekatan ini tetap relevan dan efektif dalam menghadapi dinamika masyarakat modern.
Copyrights © 2026