Industri tembakau di Indonesia menghadapi tekanan regulasi dan persaingan yang menuntut pengelolaan sumber daya secara efisien. Oleh karena itu, pengukuran efisiensi teknis menjadi penting untuk menilai kinerja perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) terhadap empat perusahaan tembakau yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yaitu GGRM, HMSP, WIIM, dan ITIC. Input yang digunakan meliputi total aset, beban operasional, dan jumlah tenaga kerja, sedangkan output terdiri atas laba bersih dan pendapatan. Hasil analisis menunjukkan nilai efisiensi rata-rata sebesar 0,950. GGRM, HMSP, dan ITIC dinyatakan efisien dengan skor 1,000, sedangkan WIIM belum efisien dengan skor 0,801 akibat penggunaan input yang relatif berlebihan dan pendapatan yang belum optimal. Metode DEA efektif dalam mengidentifikasi efisiensi dan sumber inefisiensi perusahaan tembakau serta memberikan dasar perbaikan kinerja manajerial
Copyrights © 2026