Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar
Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar

Peningkatan Adopsi Teknologi dan Mutu Kakao di Provinsi Sumatera Barat

Nusyirwan Hasan (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)-Balitbangtan Sumbar, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian)
Rifda Roswita (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)-Balitbangtan Sumbar, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian)



Article Info

Publish Date
30 Mar 2017

Abstract

Sumatera Barat merupakan salah satu kawasan pengembangan kakao di wilayah barat Indonesia yang luasnya mencapai 150.319 ha, namun produktivitas dan mutunya masih rendah karena belum diadopsinya inovasi teknologi budi daya dan pascapanen kakao oleh petani. Salah satu strategi untuk meningkatkan adopsi teknologi inovasi teknologi budi daya dan pascapanen dapat dilakukan melalui berbagai media dan saluran komunikasi yang dikenal dengan spectrum diseminasi multi channel (SDMC). Tujuan penelitian adalah meningkatkan adopsi inovasi teknologi kakao dan mutu kakao oleh petani di Sumatera Barat. Penelitian dilaksanakan di dua kabupaten sentra produksi kakao, yaitu  Padang Pariaman dan Pasaman, Sumatera Barat, mulai bulan Maret sampai Desember 2013. Tahapan penelitian meliputi (1) survei awal (base line survey) untuk mengetahui tingkat adopsi inovasi dan kebutuhan inovasi teknologi budi daya, serta pascapanen kakao; (2) diseminasi inovasi teknologi menggunakan pola/model SDMC yang diawali dengan advokasi, pelatihan, penyebaran media cetak, demplot inovasi teknologi, dan temu lapang; serta (3) survei akhir untuk mengetahui peningkatan adopsi inovasi teknologi budi daya dan pascapanen kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya adopsi teknologi petani kakao karena tingkat pendidikan dan pengalaman masih kurang. Inovasi teknologi budi daya dan mutu yang dibutuhkan oleh petani di kedua sentra produksi kakao di Sumatera Barat adalah pemangkasan, pemupukan, sambung samping, sanitasi kebun, pembuatan rorak, pengendalian hama penyakit, fermentasi, dan pengeringan biji kakao. Rata-rata peningkatan adopsi inovasi teknologi setelah diseminasi di Kabupaten Padang Pariaman dan Pasaman, masing-masing sebesar  45,54% dan 53,31%. Adopsi inovasi teknologi mutu kakao melalui fermentasi berdampak pada perbaikan mutu biji menjadi mutu kelas III-A dan memenuhi Standar Nasional Indonesia.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

BULTRI

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Industrial & Manufacturing Engineering

Description

Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar (JTIDP) published by Indonesian Center for Estate Crops Research and Development is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from area of agricultural science on industrial and beverage ...