Latar Belakang: Puskesmas Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, yang membawahi 12 puskesmas pembantu, melayani wilayah seluas 30,226 km² dengan jumlah penduduk 464.236 jiwa. Kepadatan penduduk yang tinggi meningkatkan risiko penyakit, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD). Menghadapi ancaman ini, Puskesmas Kalideres secara rutin melaksanakan program Grebek Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui pendekatan 3M+ dan fogging sebagai upaya pencegahan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Tujuan: Mengetahui gambaran penyakit DBD di wilayah Kecamatan Kalideres dan strategi pencegahan dan pengendalian DBD oleh Puskesmas Kecamatan Kalideres. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan rancangan cross-sectional dimana data yang digunakan adalah data dari Web Surveilans Smart DB berbasis online pada Puskesmas Kecamatan Kalideres beserta seluruh Puskesmas Pembantu (Pustu) Kecamatan Kalideres. Hasil: Kasus DBD yang berada pada puskesmas Kecamatan Kalideres cenderung lebih banyak pada jenis kelamin laki-laki dan individu yang berada di rentang usia 19-59 tahun. Kesimpulan: Kasus DBD di wilayah Kalideres masih cukup tinggi dengan faktor penyebab yang beragam. Program Grebek PSN yang dilakukan puskesmas memperlihatkan upaya preventif dalam mencegah dan melindungi masyarakat dari penyakit DBD, tetapi masih terdapat hambatan dalam hal pemahaman antar SDM sehingga menimbulkan perbedaan pemahaman masyarakat mengenai pengetahuan dan pencegahan DBD
Copyrights © 2026