Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan Kinerja Anggaran pada Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) dengan menguji pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia, Akuntabilitas, Transparansi, dan Teknologi Informasi, serta peran mediasi Teknologi Informasi. Latar belakang penelitian adalah pentingnya Kinerja Anggaran dalam mendukung target konservasi, pengendalian perubahan iklim, dan FOLU Net Sink 2030, di tengah kecenderungan penurunan Nilai Kinerja Anggaran Ditjen KSDAE. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data primer diperoleh melalui kuesioner pada pegawai pengguna SAKTI di 75 satuan kerja, dengan 218 responden terolah dari 225 sampel terencana. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan Partial Least Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompetensi Sumber Daya Manusia, Akuntabilitas, Transparansi, dan Teknologi Informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Anggaran. Kompetensi Sumber Daya Manusia, Akuntabilitas, dan Transparansi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Teknologi Informasi. Teknologi Informasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Anggaran dan memediasi secara parsial hubungan ketiga variabel tersebut. Temuan ini memperkuat Teori Stewardship. Hasil ini menegaskan bahwa peningkatan Kinerja Anggaran memerlukan sinergi kualitas aparatur, tata kelola yang akuntabel dan transparan, serta pemanfaatan teknologi secara optimal dalam organisasi pemerintah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026