Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya nongkrong sebagai gaya hidup masyarakat urban di Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap masyarakat, khususnya mahasiswa dan anak muda yang sering melakukan aktivitas nongkrong di warung kopi dan kafe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas nongkrong telah mengalami pergeseran makna, dari sekadar kegiatan mengisi waktu luang menjadi bagian dari gaya hidup modern. Nongkrong tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial, pertukaran informasi, serta pembentukan jaringan sosial. Selain itu, perkembangan kafe modern dengan fasilitas yang lengkap turut mempengaruhi pola dan preferensi tempat nongkrong masyarakat. Budaya nongkrong di Banda Aceh juga mencerminkan adanya perpaduan antara budaya lokal, seperti warung kopi tradisional, dengan modernitas yang ditunjukkan melalui keberadaan coffee shop. Dengan demikian, aktivitas nongkrong menjadi bagian penting dalam dinamika kehidupan sosial masyarakat urban serta berperan dalam membentuk identitas dan gaya hidup masyarakat, khususnya di kalangan anak muda
Copyrights © 2026