Perkembangan pesat sektor e-commerce di Indonesia mendorong para pengembang aplikasi untuk berlomba dalam meningkatkan konversi transaksi, namun hal ini sering kali dibarengi dengan praktik desain manipulatif yang dikenal sebagai Dark Pattern. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi antarmuka aplikasi Tokopedia guna mengidentifikasi elemen desain yang melanggar etika profesi teknologi informasi dan prinsip kenyamanan pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah Heuristic Evaluation berdasarkan 10 prinsip Jakob Nielsen melalui observasi langsung pada alur transaksi aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa jenis Dark Pattern yang signifikan, yaitu Sneak into Basket pada fitur proteksi tambahan, Confirmshaming pada dialog pembatalan transaksi, Artificial Scarcity melalui penghitung waktu mundur, dan Forced Cross-selling melalui interupsi layar. Temuan ini mengindikasikan pelanggaran terhadap prinsip User Control and Freedom, Error Prevention, dan Aesthetic and Minimalist Design. Kesimpulannya, meskipun memiliki fungsionalitas tinggi, antarmuka Tokopedia masih menerapkan strategi desain yang dapat merugikan otonomi pengguna. Artikel ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi bagi desainer UI/UX untuk memprioritaskan etika profesional di atas manipulasi perilaku demi menciptakan ekosistem digital yang lebih transparan dan inklusif bagi konsumen.
Copyrights © 2026