Penelitian ini menelaah keterkaitan antara penerapan digitalisasi keuangan desa dan tingkat transparansi dalam pengelolaan keuangan desa di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Digitalisasi dalam penelitian ini diproksikan melalui tiga aspek utama, yaitu pemanfaatan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), intensitas penggunaan transaksi non-tunai, serta kemampuan aparatur desa dalam mengelola keuangan berbasis teknologi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan kausal-eksplanatori untuk menguji hubungan antar variabel secara terukur. Pengumpulan data dilakukan melalui survei menggunakan kuesioner terhadap 95 aparatur desa yang dipilih secara purposif dari 32 desa. Sebelum digunakan, instrumen telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas untuk memastikan kelayakan pengukuran. Analisis dilakukan dengan tahapan uji asumsi klasik yang dilanjutkan dengan regresi linear berganda pada tingkat signifikansi 5%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap transparansi keuangan desa, dengan nilai koefisien masing-masing sebesar 0,384 untuk Siskeudes, 0,276 untuk transaksi non-tunai, dan 0,203 untuk kapasitas SDM (p < 0,05). Secara bersama-sama, variabel tersebut mampu menjelaskan 58,3% variasi transparansi (R² = 0,583). Di antara ketiganya, penerapan Siskeudes memberikan kontribusi paling besar, yang menunjukkan peran penting sistem dalam meningkatkan keterbukaan melalui mekanisme pencatatan dan pelaporan yang lebih terstruktur. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan keuangan desa berkontribusi nyata dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas. Namun demikian, efektivitas implementasi tidak hanya ditentukan oleh keberadaan sistem, tetapi juga oleh kesiapan infrastruktur digital serta kemampuan aparatur dalam mengoperasikannya. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan akses teknologi, dan pemanfaatan sistem secara optimal menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan digitalisasi keuangan desa.
Copyrights © 2026