Agama yang dipahami dan diamalkan secara benar akan berdampak pada prilaku, sesuai dengan visi dan misi agama sebagai pedoman hidup. Manusia yang beragama sejatinya berprilaku bijak yang tercermin dalam tindakan. Faktanya, masih terjadi konflik bahkan permusuhan atas nama agama dimana pelakunya orang taat beragama. Penyiaran agama sejatinya menggunakan narasi yang santun, sejuk didengar dan mudah dipahami dilakukan secara terbuka. Faktanya, narasi penyiaran agama dilakukan dengan bahasa menghujat, mencaci bahkan menebar fitnah, akibatnya audiens menjadi terpropokasi bahkan membentuk pola pikir bahwa agama membenarkan saling menghujat dan menebar fitnah, bila pola pikir telah terbentuk akan turun kehati dan termanipestasikan dalam bentuk perbuatan yang menyimpang dari visi dan misi agama. Penelitian ini bertujuan mengembalikan prilaku keagamaan yang inklusif menjadi prilaku keagamaan yang humanis, damai dan toleran, sehingga kehadiran agama membentuk pribadi untuk saling menghormati (toleran) baik sesama pemeluk agama maupun antar pemeluk agama. Keyakinan boleh tidak sepakat akan tetapi dalam kemanusiaan wajib sepakat, sehingga terbentuknya interaksi sosial yang damai dan harmonis, di tengah-tengah kehidupan yang majemuk. Moderasi beragama jalan yang harus ditempuh dalam upaya memperbaiki prilaku keagamaan umat.
Copyrights © 2026