Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variabel makroekonomi terhadap perkembangan pasar saham di Indonesia yang diproksikan melalui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) periode 1995–2025. Variabel independen yang digunakan meliputi inflasi (INF), suku bunga (SB), dan nilai tukar (KURS). Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan model log-linier menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan inflasi, suku bunga, dan nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap IHSG dengan nilai probabilitas F sebesar 0,000002. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,652253 menunjukkan bahwa 65,22% variasi IHSG dapat dijelaskan oleh model. Secara parsial, inflasi berpengaruh positif dan signifikan, suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan nilai tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Penelitian ini menegaskan pentingnya stabilitas makroekonomi dalam mendukung kinerja pasar saham di Indonesia
Copyrights © 2026