Latar Belakang: Audit kinerja berperan penting dalam peningkatan akuntabilitas organisasi jasa, namun riset menunjukkan adanya kesenjangan persepsi, konflik peran, dan dominasi pemangku kepentingan yang memengaruhi pemaknaannya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana pemangku kepentingan membangun makna audit kinerja dan bagaimana audit berkontribusi pada keunggulan organisasi jasa.Metode Penelitian: Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Analisis dilakukan melalui integrasi teori peran, teori pemangku kepentingan, serta kerangka pengukuran kinerja untuk menafsirkan bagaimana aktor organisasi memaknai audit kinerja dan menghubungkannya dengan pencapaian kinerja dan keunggulan organisasi.Hasil Penelitian: Pemangku kepentingan memandang audit kinerja sebagai mekanisme strategis, namun implementasinya dibatasi oleh sumber daya organisasi. Ekspektasi mereka konsisten pada peran manajerial dan mandat perbaikan, sementara dominasi pelanggan membentuk orientasi kinerja dan hasil organisasi.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini menawarkan sintesis kualitatif yang memadukan dua kerangka teoretis untuk menjelaskan dinamika audit kinerja dan peran pemangku kepentingan, memberikan perspektif baru mengenai pengaruh struktur pemangku kepentingan terhadap keunggulan organisasi jasa.
Copyrights © 2026