Latar Belakang: Kinerja keuangan perusahaan sektor consumer non-cyclical menunjukkan variasi selama periode 2022-2024, meskipun sektor ini dikenal relatif stabil. Perbedaan hasil penelitian sebelumnya mengenai efektivitas mekanisme tata kelola perusahaan dan praktik green accounting menunjukkan adanya hasil yang beragam, sehingga membuka ruang pengujian empiris lebih lanjut pada sektor ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan institusional, dewan direksi, green accounting, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan perusahaan sektor consumer non-cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024.Metode Penelitian: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 46 perusahaan. Kinerja keuangan diukur menggunakan return on assets (ROA), sedangkan green accounting diproksikan melalui biaya lingkungan. Analisis dilakukan dengan regresi data panel menggunakan model Fixed Effect dan robust standard errors untuk mengatasi potensi heteroskedastisitas dan autokorelasi.Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan bahwa dewan direksi dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Sebaliknya, kepemilikan institusional tidak berpengaruh, sedangkan green accounting berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan perusahaan.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Kebaruan penelitian ini terletak pada perluasan kerangka penelitian sebelumnya dengan menguji secara simultan berbagai mekanisme tata kelola perusahaan dan praktik green accounting pada sektor consumer non-cyclical Indonesia dalam periode pemulihan pascapandemi. Penelitian secara khusus memberikan kontribusi empiris baru mengenai implikasi awal praktik ESG terhadap kinerja keuangan pada sektor consumer non-cyclical yang relatif stabil.
Copyrights © 2026