Fenomena meningkatnya kasus kekerasan di lingkungan kampus menjadi isu mendesak di Indonesia, khususnya di perguruan tinggi yang dituntut untuk memiliki mekanisme pencegahan dan penanganan yang lebih kuat. Ketidakcukupan kapasitas kelembagaan mendorong perlunya kolaborasi antar universitas melalui praktik resource sharing. Penelitian untuk mengkaji bagaimana komunikasi antar organisasi mendukung keberhasilan resource sharing dalam Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT), dengan studi ini bertujuan kasus di AKMRTV Jakarta dan Universitas Kristen Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, serta analisis dokumen kelembagaan. Analisis dilakukan dengan menyoroti praktik berbagi tenaga ahli, pertukaran informasi, penyelarasan standar operasional prosedur (SOP), dan pemanfaatan fasilitas pendukung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa praktik resource sharing mempercepat penanganan kasus dan meningkatkan kualitas pendampingan korban. Komunikasi internal berperan menjaga koordinasi dan konsistensi, sementara komunikasi eksternal memperkuat jejaring kerja sama antar perguruan tinggi. Kepercayaan dan prinsip timbal balik menjadi fondasi keberlanjutan kerja sama, meskipun tantangan berupa keterbatasan sumber daya dan hambatan komunikasi masih dihadapi. Dukungan kelembagaan serta ikatan sosial yang kuat terbukti menjadi faktor penentu keberhasilan kolaborasi.
Copyrights © 2026