Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan sumber nutrisi optimal bagi bayi usia 0–6 bulan, namun cakupannya di Indonesia masih belum mencapai target WHO. Salah satu kendala utama adalah rendahnya produksi ASI yang dipengaruhi faktor hormonal, stres, dan asupan gizi ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi es krim fungsional yang difortifikasi dengan biji klabet (Trigonella foenum-graecum), daun katuk (Sauropus androgynus), dan kefir sebagai inovasi pangan untuk meningkatkan kelancaran ASI. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest–posttest tanpa kelompok kontrol pada 10 ibu menyusui di Tulungagung. Intervensi dilakukan dengan konsumsi es krim fortifikasi sebanyak 100 gram per hari selama 14 hari. Kelancaran ASI diukur menggunakan kuesioner skala Likert 5 poin dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Selain itu dilakukan uji proksimat dan uji mikrobiologis untuk menilai kandungan gizi dan keamanan produk. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan skor kelancaran ASI setelah intervensi (Z = -2,814; p = 0,005). Analisis proksimat menunjukkan kandungan protein 29,4%, air 76,89%, lemak 8,9%, dan karbohidrat 45,68%. Uji mikrobiologis menunjukkan produk bebas dari Escherichia coli dan Salmonella sp., serta Staphylococcus aureus <10 CFU/g. Kesimpulan penelitian ini adalah es krim fortifikasi aman dikonsumsi, memiliki nilai gizi yang baik, dan berpotensi sebagai pangan fungsional untuk mendukung peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui. Kata Kunci: ASI, daun katuk, biji klabet, kefir, es krim fungsional.
Copyrights © 2026