Komunikasi antara jurnalis dan narasumber merupakan hal yang penting untuk prosespengumpulan informasi dalam praktik jurnalistik. Jika komunikasi tidak efektif, informasi yangditerima dapat menjadi salah, tidak lengkap, tidak sesuai dengan kenyataan, atau bahkan salahkutip. Oleh karena itu, akurasi berita terganggu, dan kredibilitas media pun diragukan. Akurasiberita yang terganggu akibat komunikasi yang buruk antara jurnalis dan narasumber akanmenurunkan kepercayaan masyarakat terhadap media. Padahal, dalam dunia jurnalistik, akurasi,kejelasan, dan kejujuran merupakan prinsip- prinsip dasar yang harus dijaga. Dalamberita.depok.go.id, yang merupakan media internal resmi milik Pemerintah Kota Depok, isukomunikasi antara jurnalis dan narasumber menjadi hal yang krusial. Sebagai media yangsecara khusus berperan menyampaikan berbagai informasi kebijakan, program, dankegiatan pemerintah kepada masyarakat luas, berita.depok.go.id memiliki tanggung jawabmoral dan profesional yang tinggi dalam menjaga akurasi serta objektivitas isi beritanya.Tidak hanya bertugas sebagai penyampai informasi, media ini juga menjadi representasidari citra dan kredibilitas Pemerintah Kota Depok di mata publik. Penelitian ini bertujuanuntuk mengidentifikasi proses komunikasi dalam mendukung kelayakan informasi untukdipublikaiskan kepada publik dan mengevaluasi bagaimana proses komunikasi antara jurnalisBerita.Depok.go.id dengan sumber berita terhadap keakuratan dan kelayakan pemberitaan. Hasil daripenelitian ini dari sisi proses komunikasi yaitu jurnalis berita.depok.go.id mengidentifikasinarasumber dilakukan saat rapat redaksi, membangun dan menjaga hubungan yang baik dengannarasumber karena jurnalis berperan penting dalam menjaga relasi jangka panjang yang etis dengannarasumber sedangkan dari sisi akurasi pemberitaan, berita.depok.go.id telah mengedepankan nilaiakurasi dalam praktik pemberitaannya.
Copyrights © 2025