Kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan telah mendorong munculnya berbagai inisiatif pengelolaan sampah berbasis komunitas, salah satunya melalui mekanisme bank sampah. Namun pada praktiknya, banyak bank sampah masih mengandalkan pencatatan manual yang berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, duplikasi data, keterlambatan pelaporan, dan kesulitan pelacakan transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem digital pengelolaan bank sampah berbasis mobile android dengan memanfaatkan Low-Code Development Platform (LCDP) sebagai pendekatan pengembangan yang efisien dan ekonomis. Hal ini sejalan dengan harapan pengelola bank sampah terkait penghematan biaya pengembangan, operasional, dan biaya perawatan sistem. Metode Prototyping digunakan sebagai model pengembangan sistem, dimana proses iterasi dilakukan berdasarkan umpan balik pengguna hingga sistem sesuai dengan kebutuhan operasional. Selama fase konstruksi, purwarupa yang dibangun mengalami dua tahap penyempurnaan sebagai hasil evaluasi pengguna terhadap perluasan fitur dan peningkatan fungsionalitas sistem. Evaluasi sistem dilakukan dengan menguji fungsionalitas setiap fitur menggunakan metode uji blackbox, melibatkan dua responden dengan perangkat yang berbeda. Hasil pengujian menunjukkan konsistensi hasil uji untuk setiap responden, seluruh fungsi sistem, termasuk pencatatan transaksi penukaran barang dan penarikan saldo, pengelolaan data peserta, autentikasi pengguna, serta pembatasan hak akses berjalan sesuai dengan perencanaan tanpa ditemui kendala fungsional. Pemanfaatan LCDP dengan metode prototyping memberikan kemudahan dan mempercepat proses pengembangan sistem serta memberikan fleksibilitas adaptasi dalam merespons perubahan maupun penambahan kebutuhan fungsionalitas sistem.
Copyrights © 2026