Kelelahan pengendara sepeda motor merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini mengusulkan sebuah sistem deteksi kelelahan pengendara sepeda motor berbasis multimodal dengan memanfaatkan sinyal denyut nadi dan postur tubuh sebagai indikator kondisi pengendara. Data denyut nadi dan sudut kemiringan tubuh diperoleh melalui perangkat wearable dan diproses pada sisi edge untuk mengekstraksi fitur-fitur penting. Selanjutnya, fitur multimodal tersebut diklasifikasikan menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) untuk menentukan kondisi pengendara ke dalam tiga kelas, yaitu normal, mengantuk sedang, dan mengantuk berat. Hasil klasifikasi ditampilkan melalui aplikasi Android dan digunakan sebagai dasar pemberian peringatan kepada pengendara apabila terdeteksi kondisi kelelahan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengklasifikasikan kondisi pengendara secara tepat dengan tingkat akurasi, presisi, recall, dan F1-score yang tinggi pada data pengujian. Sistem yang diusulkan berpotensi digunakan sebagai sistem peringatan dini untuk meningkatkan keselamatan pengendara sepeda motor, khususnya pada perjalanan dengan durasi yang panjang.
Copyrights © 2026