Banjir di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus disebabkan oleh keterbatasan kapasitas sistem drainase dalam menampung limpasan air hujan, yang diperparah oleh sedimentasi, topografi datar, serta perubahan tata guna lahan yang menurunkan kemampuan infiltrasi. Meskipun telah dilengkapi kolam retensi dan sistem pompa, genangan masih terjadi akibat ketidakseimbangan antara debit limpasan dan kapasitas saluran, serta pengaruh kondisi hilir Sungai Wulan yang sering mencapai kapasitas penuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem drainase eksisting serta merumuskan strategi pengendalian banjir melalui redimensi saluran dan optimasi operasi kolam retensi. Analisis hidrologi dilakukan untuk menentukan debit banjir rencana berdasarkan data curah hujan periode 2011–2022, sedangkan analisis hidraulika menggunakan HEC-RAS 2D untuk mensimulasikan kapasitas saluran dan distribusi genangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa debit banjir rencana kala ulang 10 tahun berkisar antara 1,287–14,884 m³/s. Evaluasi kapasitas saluran menunjukkan beberapa segmen tidak mampu mengalirkan debit tersebut sehingga diperlukan redimensi penampang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan redimensi saluran yang terintegrasi dengan kolam retensi dan sistem pompa mampu mereduksi luas genangan sebesar 30,07%. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi redimensi saluran dan pengelolaan operasional kolam retensi berbasis kondisi muka air efektif dalam meningkatkan kinerja drainase dan mengurangi risiko banjir.
Copyrights © 2026