Industri semen merupakan salah satu penyumbang emisi karbon yang cukup besar, sehingga diperlukan upaya pemanfaatan material alternatif yang ramah lingkungan. Salah satu material yang berpotensi digunakan adalah limbah abu ampas tebu (bagasse ash) sebagai bahan pengganti sebagian semen dalam campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kuat tekan maksimum dan kuat tarik belah maksimum beton yang memanfaatkan limbah abu ampas tebu sebagai bahan pengganti sebagian semen. Ampas tebu untuk campuran dengan variasi sebesar 0%, 2%, 4%, dan 6% dari berat semen. Benda uji berupa silinder beton berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari, sedangkan pengujian kuat tarik belah dilakukan pada umur 28 hari. Perancangan campuran beton menggunakan metode DoE dengan faktor air semen sebesar 0,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan maksimum beton diperoleh pada variasi 6% sebesar 40,88 MPa pada umur 28 hari dan pengujian kuat tarik belah maksimum beton juga diperoleh pada variasi 6% dengan nilai sebesar 2,89 MPa. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa limbah abu ampas tebu berpengaruh dalam meningkatkan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Peningkatan optimum terjadi pada variasi 6%, dengan kuat tekan mencapai 40,88 MPa atau meningkat sebesar 22,61% dibanding beton tanpa abu ampas tebu, serta kuat tarik belah sebesar 2,89 MPa atau meningkat sebesar 10,73%. Hal ini menunjukkan bahwa abu ampas tebu berpotensi digunakan sebagai bahan pengganti sebagian semen dalam campuran beton.
Copyrights © 2026