Perkembangan media sosial mendorong munculnya budaya self-correction, yaitu kesadaran pengguna untuk memperbaiki informasi atau perilaku digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana budaya digital self-correction terbentuk dalam ekosistem media sosial serta implikasinya terhadap partisipasi kritik netizen. Fokus kajian mencakup peran kritik sebagai kontrol sosial, etika komunikasi digital, dan meningkatnya akuntabilitas publik dalam menjaga kredibilitas konten. Studi ini menggunakan kasus Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menuai kritik luas akibat berbagai permasalahan implementasi. Dengan pendekatan netnografi melalui analisis konten di platform X dan Instagram, penelitian ini mengkaji intensitas kritik, pola self-correction, serta dampaknya terhadap respons pemerintah. Hasilnya menunjukkan bahwa budaya self-correction membentuk perilaku komunikasi yang lebih hati-hati sekaligus memperkuat peran netizen dalam menciptakan ruang digital yang lebih transparan dan bertanggung jawab. Kata kunci: Akuntabilitas Publik, Budaya Digital Self-Correction, Media Sosial, Partisipasi Kritik Netizen, Partisipasi Makan Bergizi Gratis
Copyrights © 2026