Penelitian dilakukan untuk mengetahui potensi tulang ikan bandeng Chanos chanos sebagai bahan penyedap rasa alami melalui penambahan pada berbagai konsentrasi, yaitu P1 (0 g), P2 (20 g), P3 (40 g), dan P4 (60 g). Proses pembuatan penyedap meliputi tahap pengeringan, penggilingan, serta pencampuran dengan bahan alami seperti seledri, wortel, dan bawang. Evaluasi dilakukan melalui uji organoleptik (kenampakan, aroma, rasa, dan tekstur), kadar air, dan rendemen. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan P1 dan P2 memberikan skor organoleptik tertinggi serta kadar air terendah dan rendemen terbaik. Peningkatan konsentrasi tulang di atas 20 g menyebabkan penurunan kualitas sensori. Dengan demikian, perlakuan P2 merupakan formulasi yang paling optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa tulang ikan bandeng berpotensi sebagai bahan penyedap alami yang disukai konsumen serta berkontribusi dalam pemanfaatan limbah hasil samping perikanan.
Copyrights © 2025