Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas tambak melalui produksi serasah sebagai sumber bahan organik alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas serasah Avicennia sp. pada sistem tambak silvofishery di Blanakan, Subang, Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan April–Mei dan Agustus 2018 dengan metode pengambilan sampel menggunakan litter trap pada tiga lokasi tambak. Serasah yang tertampung dikeringkan dan ditimbang untuk menghitung produktivitas dalam satuan g/m²/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas dengan nilai tertinggi produktivitas serasah berkisar antara 1,70–2,15 g/m²/hari, dengan nilai tertinggi pada Tambak 1 dan terendah pada Tambak 3. Secara statistik, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar tambak (p>0,05). Selain itu, hasil uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa parameter lingkungan yang diukur (suhu, salinitas, pH, dan DO) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan produktivitas serasah (p>0,05). Meskipun demikian, secara deskriptif terlihat adanya variasi produktivitas antar lokasi dan waktu pengambilan sampel, yang mengindikasikan adanya dinamika produksi serasah pada masing-masing tambak. Hasil ini menunjukkan bahwa variasi produktivitas serasah kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain di luar parameter yang diukur, seperti kondisi vegetasi dan karakteristik lokal tambak.
Copyrights © 2026