Vibrio sp. adalah bakteri yang menyebabkan penyakit udang serta merupakan penyebab utama kegagalan panen. Jika dibiarkan, Vibrio sp. dapat berbahaya bagi udang, sehingga penting untuk mengetahui cara pencegahan dan pengelolaannya. Pengendalian Vibrio sp. dilakukan dengan menggunakan antibiotik, akan tetapi bakteri ini telah resisten terhadap beberapa antibiotik. Sehingga diperlukan alternatif antimikroba yang lebih efektif yang berasal dari bahan alam. Kulit kentang sebagai antioksidan alami dalam sistem pangan karena kandungan polifenolnya yang tinggi, Oleh karena itu, pemanfaatan kulit kentang secara efektif sebagai antioksidan dan antibakteri dapat diteliti secara ekstensif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan senyawa yang terkandung dalam ekstrak kulit kentang (Solanum tuberosum L.) dan potensi antibakteri terhadap Vibrio sp. berdasarkan diameter zona hambat dan kekeruhan. Prosedur kerja penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu pembuatan tepung, ekstraksi, skrining fitokimia, pengujian aktivitas antimikroba berdasarkan diameter zona hambat konsentrasi hambat minimal (KHM). Berdasarkan hasil skrining fitokimia diperoleh senyawa yang terkandung di dalam ekstrak kulit kentang adalah fenol, tanin, flavanoid, alkaloid, saponin, dan terpenoid. Konsentrasi 4% menghasilkan zona bening tertinggi terhadap V. harveyi (17,5 mm) dan V. parahaemolyticus (16,5 mm). Sedangkan pada uji konsentrasi hambat minimal diperoleh pada konsentrasi 0,1 ml. Konsentrasi yang paling efektif adalah konsentrasi 4% menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio sp
Copyrights © 2026