Industri mebel Kabupaten Batang Hari menghadapi tantangan sustainabilitas dan kontinuitas akibat keterbatasan bahan baku, fluktuasi pasar, dan manajemen konvensional meskipun ekspor furnitur Indonesia tumbuh. Penelitian kualitatif studi kasus tunggal ini mengidentifikasi faktor internal seperti manajemen berbasis pengalaman, keterampilan turun-temurun, inovasi diversifikasi bahan, pengelolaan bahan efisien, kemitraan berbasis kepercayaan, serta faktor eksternal adaptasi pasar melalui pesanan khusus dan kolaborasi yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, lingkungan Triple Bottom Line menggunakan wawancara semi-struktural, observasi, dokumentasi dengan 12-15 informan kunci purposive dianalisis model interaktif Miles-Huberman dan NVivo 14. Hasil menunjukkan faktor-faktor ini memperkuat ketahanan usaha, sementara kesimpulan merekomendasikan pelatihan manajemen sederhana, kemitraan rantai pasok berkelanjutan, dan promosi pemasaran digital untuk tingkatkan daya saing dan keberlangsungan jangka panjang.
Copyrights © 2026