Teaching Factory (TEFA) berbasis pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik memiliki potensi mendukung pembelajaran kewirausahaan, penguatan keterampilan kerja siswa, serta pengembangan ekonomi berkelanjutan di lingkungan sekolah vokasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan finansial dan non finansial usaha pupuk organik di Teaching Factory SMK 1 PEMDA Ponorogo Kampus 3 Pudak. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain studi kasus. Instrumen penelitian terdiri atas pedoman wawancara semi terstruktur, lembar observasi Numerical Rating Scale, dan dokumentasi laporan usaha. Analisis data dilakukan melalui perhitungan NPV, Net B/C Ratio, Payback Period, dan Break Even Point untuk aspek finansial, serta analisis deskriptif persentase untuk aspek non finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha pupuk organik memiliki NPV sebesar Rp180.126.740, Net B/C Ratio 1,38, Payback Period 2,23 tahun, serta nilai BEP yang berada di bawah total proyeksi penerimaan dan produksi. Aspek pasar, teknis dan teknologi, serta sosial dan lingkungan termasuk kategori sangat layak, sedangkan aspek hukum masih kurang layak. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa usaha pupuk organik TEFA layak dikembangkan sebagai unit usaha pendidikan berbasis kewirausahaan dan pengelolaan limbah berkelanjutan.
Copyrights © 2026