Perkembangan aplikasi Android yang pesat meningkatkan risiko penyebaran malware pada perangkat mobile. Malware Android umumnya dianalisis tanpa akses terhadap kode sumber, sehingga teknik analisis biner menjadi pendekatan penting dalam mendeteksi perilaku berbahaya. Penelitian ini menganalisis efektivitas kombinasi teknik static analysis dan dynamic analysis dalam mendeteksi malware pada aplikasi Android. Static analysis dilakukan dengan menganalisis struktur file APK, permission, dan bytecode tanpa menjalankan aplikasi, sedangkan dynamic analysis dilakukan dengan menjalankan aplikasi dalam lingkungan sandbox untuk mengamati perilaku saat runtime. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kedua teknik meningkatkan akurasi deteksi dibandingkan penggunaan satu metode saja. Static analysis efektif dalam mendeteksi pola kode mencurigakan, sedangkan dynamic analysis mampu mengidentifikasi aktivitas berbahaya saat aplikasi dijalankan. Pendekatan hybrid ini memberikan mekanisme deteksi malware yang lebih komprehensif.
Copyrights © 2026