Perubahan iklim global memberikan dampak yang signifikan terhadap ekosistem laut, termasuk terumbu karang yang memiliki peran penting sebagai penyimpan karbon biru. Terumbu karang tidak hanya berfungsi sebagai habitat bagi berbagai organisme laut, tetapi juga berkontribusi dalam siklus karbon global melalui penyimpanan karbon organik pada jaringan biotik maupun sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara curah hujan sebagai salah satu indikator perubahan iklim dengan potensi karbon biru pada ekosistem terumbu karang di Pulau Burungloe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Data curah hujan Kabupaten Sinjai dianalisis dalam rentang waktu 2021–2024, sedangkan potensi karbon biru ditentukan melalui pengukuran kandungan karbon organik dalam sedimen. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada curah hujan, dari 3.079 mm pada tahun 2021 menjadi 1.487 mm pada tahun 2025. Seiring dengan penurunan tersebut, cadangan karbon biru juga mengalami penurunan, yaitu dari 13,3 mg/ha pada tahun 2021 menjadi 11,55 mg/ha pada tahun 2025. Analisis korelasi menghasilkan nilai r = 0,976 dengan r² = 0,953 yang menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara curah hujan dan potensi karbon biru.
Copyrights © 2026