Perkembangan teknologi informasi (TI) mengharuskan perguruan tinggi memiliki manajemen strategi TI yang terfokus dan selaras dengan tujuan institusi guna mendukung kegiatan akademik, operasional, dan transformasi digital secara berkelanjutan. Namun, penggunaan TI yang tidak didukung oleh strategi, menyebabkan ketidakcocokan antara kebutuhan institusi dengan implementasi teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kemampuan manajemen strategi TI di Universitas XYZ menggunakan kerangka kerja COBIT 2019 dalam domain APO02 (Manage Strategy). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi serta wawancara dengan pemimpin dan pengelola TI yang memiliki peran strategis. Analisis dilakukan dengan memetakan temuan ke praktik manajemen APO02.01 hingga APO02.06 dan menentukan tingkat kemampuan berdasarkan Model Integrasi Kematangan Kemampuan (CMMI), yang terdiri dari enam tingkat, mulai dari Tingkat 0 hingga Tingkat 5. Berdasarkan temuan penelitian, kemampuan manajemen strategi TI Universitas XYZ secara umum masih berada pada Level 1 (Initial). Sebagian prosedur, seperti penilaian kemampuan dan tinjauan layanan TI, telah dilakukan secara teratur, namun tetap bersifat administratif dan belum terintegrasi secara strategis. Proyek TI umumnya bersifat reaktif (berdasarkan permintaan) dan tidak memiliki roadmap transformasi digital yang spesifik, jelas, dan terarah. Kesenjangan antara kondisi saat ini dengan tingkat kemampuan yang diinginkan, menunjukkan bahwa perencanaan strategi TI perlu diperkuat, strategi komunikasi yang lebih efektif, dan kapasitas sumber daya manusia yang perlu ditingkatkan guna membantu institusi mencapai tujuannya secara berkelanjutan. Kata kunci: APO02, COBIT 2019, perguruan tinggi, strategi teknologi informasi, tingkat kematangan.
Copyrights © 2026