Dehisensi luka merupakan komplikasi pascaoperasi akibat gangguan penyembuhan luka yang sering terjadi pada pasien post laparatomi. Risiko dehisensi dipengaruhi oleh faktor infeksi, kondisi pasien, dan karakteristik luka operasi. Tingginya angka tindakan laparatomi menunjukkan pentingnya pencegahan komplikasi pascaoperasi. Namun, data mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya dehisensi luka pada pasien post laparatomi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Faktor-Faktor yang Dapat Mempengaruhi Kejadian Dehisensi Luka pada Pasien setelah Menjalani Operasi Laparotomi di Rumah Sakit Ibnu Sina. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Hasil penelitian ini berhasil mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian dehisensi luka pada pasien post laparatomi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar, meliputi usia 46–55 tahun, riwayat merokok, adanya komorbid, tindakan laparatomi emergensi, kadar hemoglobin rendah, kadar albumin rendah, serta adanya infeksi luka operasi. Maka dapat disimpulkan bahwa dehisensi luka pasca laparatomi dipengaruhi oleh faktor usia, kondisi klinis pasien, status nutrisi, jenis tindakan operasi, dan infeksi luka operasi, yang secara bersama-sama menghambat proses penyembuhan luka dan meningkatkan risiko terjadinya dehisensi.
Copyrights © 2026