Pharmacovigilance merupakan elemen penting dalam sistem kesehatan global yang berfokus pada deteksi, penilaian, pemahaman, dan pencegahan efek samping serta masalah lain terkait penggunaan obat. Di negara berkembang, implementasi pharmacovigilance menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya kesadaran tenaga kesehatan, keterbatasan infrastruktur, serta minimnya sumber daya. Studi ini bertujuan untuk mengkaji tantangan dan upaya yang telah dilakukan dalam meningkatkan sistem pemantauan keamanan obat di negara berkembang. Penelitian ini disusun berdasarkan tinjauan literatur dari database Scopus, PubMed, Science Direct, dan Wiley Online Library dengan kata kunci "Pharmacovigilance in Developing Countries". Hasil menunjukkan bahwa kurangnya tenaga kesehatan terlatih, sistem pelaporan yang belum terintegrasi, stigma negatif terhadap pelaporan, dan keterbatasan regulasi menjadi hambatan utama. Berbagai strategi telah diterapkan untuk mengatasi kendala ini, meliputi peningkatan edukasi, integrasi pharmacovigilance ke dalam program nasional, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi internasional. Penguatan pendidikan tenaga kesehatan dan komitmen politik yang lebih kuat menjadi kunci untuk membangun sistem pharmacovigilance yang efektif di masa depan.
Copyrights © 2024