Perubahan lingkungan bisnis global yang ditandai dengan kondisi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) menuntut organisasi untuk memiliki sumber daya manusia yang adaptif, resilien, dan memiliki keterikatan kerja (employee engagement) yang tinggi. Dalam konteks industri, khususnya sektor pertambangan batubara di Indonesia, dinamika harga komoditas, perubahan regulasi seperti Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), serta tekanan terhadap keberlanjutan menjadi tantangan nyata yang memengaruhi stabilitas organisasi dan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis Human Resource (HR) dalam meningkatkan employee engagement di era VUCA. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dari berbagai jurnal ilmiah bereputasi dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2021–2025). Hasil kajian menunjukkan bahwa HR tidak lagi berfungsi sebagai administratif semata, tetapi bertransformasi menjadi strategic partner yang berperan dalam menciptakan budaya kerja yang adaptif, meningkatkan komunikasi organisasi, serta mengintegrasikan teknologi digital dalam pengelolaan SDM. Selain itu, penerapan praktik seperti employee experience management, continuous feedback, pengembangan kepemimpinan yang inklusif, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses HR terbukti mampu meningkatkan keterlibatan karyawan secara signifikan. Employee engagement yang tinggi berdampak positif terhadap produktivitas, loyalitas, serta ketahanan organisasi dalam menghadapi ketidakpastian. Dengan demikian, peran HR menjadi kunci utama dalam membangun organisasi yang agile dan berdaya saing tinggi di tengah tantangan era VUCA.
Copyrights © 2026