UMKM di wilayah Tebing Tinggi kerap mengalami kesulitan dalam mengelola data akuntansi, yang berdampak pada optimalisasi proses bisnis dan proses pengambilan keputusan strategis. Kajian ini dimaksudkan untuk mengeksplorasi elemen-elemen penentu pemanfaatan informasi akuntansi di kalangan UMKM, khususnya menyoroti pendidikan pengusaha, program pelatihan akuntansi, dorongan bekerja, serta besarnya skala operasional. Metode kuantitatif diterapkan lewat survei kasus terhadap 100 UMKM resmi di Tebing Tinggi, di mana data utama diperoleh melalui instrumen kuesioner dan diolah dengan model regresi berganda. Analisis mengindikasikan pengaruh positif dan bermakna dari pendidikan, motivasi kerja, serta skala usaha terhadap adopsi informasi akuntansi, sedangkan pelatihan akuntansi tidak menunjukkan efek signifikan. Kesimpulan ini menekankan urgensi penguatan dorongan kerja serta pendidikan di kalangan pelaku UMKM, ditambah bantuan untuk memperluas ukuran bisnis. Studi tersebut memberikan masukan berharga bagi penyusunan regulasi pemberdayaan UMKM lokal di Tebing Tinggi.
Copyrights © 2026