Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Environmental cost dan Carbon risk terhadap nilai perusahaan dengan R&D intensity sebagai moderasi pada perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 30 perusahaan dengan total 90 observasi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan laporan keuangan perusahaan. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan software Econometric Views 12 (Eviews 12). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Environmental cost tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, yang mengindikasikan bahwa biaya lingkungan belum menjadi pertimbangan utama investor dalam menilai perusahaan. (2) Carbon risk tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, yang menunjukkan bahwa risiko karbon belum sepenuhnya diinternalisasi dalam keputusan investasi di pasar modal Indonesia. (3) R&D intensity tidak memoderasi pengaruh Environmental cost terhadap nilai perusahaan, sehingga aktivitas penelitian dan pengembangan belum dapat memperkuat maupun memperlemah hubungan tersebut. (4) R&D intensity tidak memoderasi pengaruh Carbon risk terhadap nilai perusahaan, yang mengindikasikan bahwa kemampuan inovasi perusahaan belum efektif dalam mengoptimalkan pengelolaan risiko karbon menjadi nilai tambah bagi perusahaan.
Copyrights © 2026