Fraud Heptagon merupakan model teoretis terkini, yang digunakan untuk mendeteksi potensi kecurangan laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fraud heptagon model dengan melibatkan elemen pressure, opportunity, rationalization, competence, arrogance, culture dan religiosity untuk mendeteksi financial statement fraud. Sampel penelitian ini adalah perusahaan sektor basic material yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2022-2024 berjumlah 54 perusahaan atau 162 data, yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi dengan WarpPLS 7.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa elemen rationalization berpengaruh terhadap financial statement fraud. Elemen lainnya yaitu elemen pressure, opportunity, competence, arrogance, culture dan religiosity tidak berpengaruh terhadap financial statement fraud. Penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya fraud dan mendeteksi fraud dalam laporan keuangan. Penelitian ini juga dapat digunakan sebagai referensi untuk meningkatkan tugas auditor dalam menguji kewajaran dan kepatutan penyajian laporan keuangan.
Copyrights © 2026