Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan Green Accounting dan MFCA terhadap Sustainable Development pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di BEI periode 2020–2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan sektor energi dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan, di mana tingginya emisi karbon serta dominasi energi fosil masih menjadi hambatan utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data panel berbasis data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan melibatkan 14 perusahaan selama periode 2020–2024, sehingga diperoleh total 70 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews 12, dengan Random Effect Model (REM) sebagai model estimasi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Green Accounting berpengaruh signifikan namun negatif terhadap Sustainable Development. Di sisi lain, Material Flow Cost Accounting (MFCA) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Sustainable Development. Secara simultan, kedua variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap capaian Sustainable Developmentdengan nilai koefisien determinasi (Adjusted R-squared) sebesar 9,33%. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa MFCA lebih efektif dalam mendukung Sustainable Development, sementara penerapan Green Accounting belum sepenuhnya memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan perusahaan sektor energi.
Copyrights © 2026