Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena Zombie Finance pada UMKM serta mengkaji refinancing syariah sebagai model rekonstruksi untuk memperkuat ketahanan interest coverage pada masa krisis korporasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi yang melibatkan lima informan UMKM terdampak tekanan keuangan selama masa krisis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM mengalami penurunan penjualan sebesar 50%–65% yang menyebabkan melemahnya arus kas, menurunnya profitabilitas, dan terbatasnya kemampuan memenuhi kewajiban pembiayaan. Kondisi ini mencerminkan karakteristik Zombie Finance, yaitu usaha tetap beroperasi tetapi bergantung pada refinancing atau perpanjangan pinjaman untuk bertahan. Penelitian juga menemukan bahwa refinancing syariah dipersepsikan lebih adil, adaptif, dan berkelanjutan karena menyesuaikan kewajiban pembiayaan dengan kapasitas usaha riil melalui prinsip bagi hasil dan restrukturisasi yang etis. Dengan demikian, refinancing syariah berpotensi memperkuat ketahanan dan keberlanjutan keuangan UMKM pada masa krisis ekonomi.
Copyrights © 2026