Penelitian ini bertujuan menganalisis gema intertekstual antara Lukas 1:49 dan Kejadian 17:1, khususnya melalui penggunaan gelar ὁ δυνατός (ho dynatos) yang mengacu pada El-Shaddai. Kajian ini berargumen bahwa kemunculan kembali gelar ini bukanlah kebetulan, melainkan strategi teologis Lukas yang disengaja untuk menghubungkan kehamilan supranatural Maria dengan janji keturunan Abraham. Metode yang digunakan adalah analisis tekstual-kritikal, historis-semantik, dan intertekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gema ini beroperasi pada tiga tingkat: (1) menegaskan kontinuitas identitas Allah yang setia pada perjanjian-Nya; (2) membangun paralel naratif yang ketat antara kelahiran Ishak dan Yesus; serta (3) mentransformasikan makna Inkarnasi sebagai penggenapan definitif janji El-Shaddai. Implikasi teologisnya adalah bahwa Yesus dipahami sebagai keturunan yang dijanjikan, dan kelahiran-Nya menandai dimulainya era baru umat perjanjian yang universal. Dengan demikian, Lukas 1:49 berfungsi sebagai kunci hermeneutis yang menghubungkan misi Yesus secara tak terpisahkan dengan rencana keselamatan Allah sejak perjanjian dengan Abraham.
Copyrights © 2026